Karnaval Bau Nyale 2026 Meriah di Kuta Mandalika, Angkat Tema “Siyu Putri, See You Princess”

Karnaval Bau Nyale 2026 Meriah di Kuta Mandalika, Angkat Tema “Siyu Putri, See You Princess”

Perhelatan Karnaval Bau Nyale kembali digelar meriah di kawasan Kuta Mandalika pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang rutin dilaksanakan setiap bulan Februari hingga Maret sebagai penanda dimulainya tradisi Bau Nyale, yakni tradisi menangkap cacing laut yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Sasak.

Tahun ini, karnaval mengusung tema “Siyu Putri, See You Princess”, yang menggambarkan semangat kebersamaan, keanggunan, dan pelestarian budaya perempuan Sasak. Sebanyak 1.000 dedare (putri) Sasak turut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Mereka merupakan perwakilan siswi SMA/SMK/MA serta mahasiswi perguruan tinggi se-Pulau Lombok.

Seluruh peserta tampil anggun mengenakan pakaian adat suku Sasak, yakni busana lambung yang identik dengan warna hitam berhias motif dan aksesori tradisional. Barisan dedare Sasak berjalan beriringan menyusuri kawasan Kuta Mandalika, menciptakan pemandangan yang memukau wisatawan lokal maupun mancanegara yang turut menyaksikan acara tersebut.

Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh SMKN 1 Praya Tengah yang mengikutsertakan 25 orang siswi dalam karnaval tahun ini. Kehadiran para siswi tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus ajang pembelajaran langsung tentang nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.

Karnaval Bau Nyale tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga momentum promosi pariwisata daerah. Tradisi Bau Nyale sendiri berkaitan erat dengan legenda Putri Mandalika yang dipercaya menjelma menjadi nyale sebagai simbol pengorbanan dan persatuan. Oleh karena itu, pelaksanaan karnaval menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan budaya masyarakat Lombok.

Dengan terselenggaranya Karnaval Bau Nyale 2026, diharapkan generasi muda semakin mencintai dan melestarikan budaya Sasak. Kegiatan ini juga memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Lombok Tengah.