In House Training SMKN 1 Praya Tengah Perkuat Sinkronisasi Kurikulum Bersama Industri

In House Training SMKN 1 Praya Tengah Perkuat Sinkronisasi Kurikulum Bersama Industri

Dalam upaya menyelaraskan dan memperkuat kurikulum pembelajaran berbasis kebutuhan industri, SMKN 1 Praya Tengah menggelar kegiatan In House Training (IHT) selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 12–14 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam membangun kemitraan dengan dunia industri, khususnya bersama PT. Asaba dan PT. Alpha Media Solusindo, Jakarta. Agenda tersebut difokuskan pada penyelarasan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikpora Nusa Tenggara Barat, Supriadi, M.Pd., yang sekaligus menjadi pemateri pertama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya link and match antara sekolah dan industri guna menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi.

Memasuki hari kedua, materi disampaikan oleh Direktur PT. Asaba, Simon Bone. Ia memaparkan perkembangan teknologi terkini serta kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki lulusan di bidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Sesi ini berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai penyelarasan materi pembelajaran dengan standar industri.

Tidak hanya melibatkan guru-guru produktif dari kompetensi keahlian TKJ dan RPL, kegiatan IHT ini juga mengikutsertakan 20 siswa perwakilan dari kedua jurusan tersebut. Keterlibatan siswa bertujuan memberikan wawasan langsung tentang ekspektasi industri terhadap calon tenaga kerja muda, sekaligus memotivasi mereka agar terus meningkatkan kompetensi.

Pada hari ketiga, materi dilanjutkan oleh Direktur PT. Alpha Media Solusindo yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam sesi tersebut, narasumber memaparkan tantangan dan peluang industri digital, termasuk pentingnya penguasaan keterampilan teknis, soft skills, serta kemampuan problem solving dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dengan terlaksananya kegiatan In House Training ini, sekolah diharapkan mampu mengimplementasikan hasil penyelarasan kurikulum ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Langkah ini menjadi komitmen nyata dalam mengembangkan kompetensi siswa agar lebih siap menghadapi tuntutan dan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.